Jumat, 04 Mei 2018

PERAWATAN MESIN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan dalam banyak bidang ilmu pengetahuan, salah satunya di bidang Teknik atau Engineering. Mekanisasi dan otomatisasi sangat diprioritaskan dalam aspek-aspek bidang teknik, terutama teknik mesin. Ini dimaksudkan agar memudahkan dalam mencapai tingkat praktis, efisien, dan presisius.
            [1]Salah satu faktor produksi yang harus dioptimalkan penggunaannya yaitu mesin produksi. Mesin yang digunakan dalam kegiatan produksi harus mampu beroperasi dengan optimal. Pengoperasian mesin dikatakan optimal apabila nilai downtime-nya minimum. Untuk dapat menjamin pengoperasian mesin yang optimal, diperlukan suatu sistem perawatan dan pemeliharaan mesin yang tepat. Sistem perawatan mesin yang tepat merupakan sistem perawatan yang dapat memberikan jadwal perawatan dengan minimum dowtime sehingga memberikan total biaya yang minimum juga. Penelitian Agustinus Silalahi, Ronald Sukwadi, dan Trifenaus Prabu Hidayat dengan judul “Usulan Preventive Maintenance dengan Menggunakan Metode Modularity Design pada Mesin Surface Mounting Technology menyatakan bahwa kerusakan suatu komponen yang tidak terdeteksi selama berlangsungnya proses produksi mampu mempengaruhi kinerja bahkan merusak komponen lain yang berhubungan dengan komponen yang bersangkutan.
Dalam penulisan ini, penulis akan membahas tentang pengertian , jenis-jenis perawatan mesin serta penerapan perawatan mesin itu sendiri. Hal tersebut sangatlah penting untuk tidak sekedar diketahui, namun harus diaplikasikan. Melalui sebuah penulisan, maka dapat diketahui dan diketahui tentang perawatan mesin yang kemudian dapat menjadi suatu dasar atau pedoman dalam menciptakan suatu pandangan baru tentang pentingnya memperhatikan perawatan mesin tersebut.


1.2       Perumusan Masalah
            Dalam penulisan ini penulis diharuskan untuk dapat mengetahui, mempelajari dan mempraktekan tentang perawatan mesin.

1.3       Pembatasan Masalah
      Setelah diketahui mengenai masalah-masalah apa saja yang akan dibahas maka akan dijelaskan batasan masalah yang ada dalam penulisan ini, yang meliputi :
1.            Penjelasan tentang perawatan mesin
2.            Materi yang dibahas hanya meliputi pengertian, jenis-jenis perawatan mesin, manfaat perawatan mesin.

1.4       Tujuan Penulisan
Adapun beberapa tujuan yang diharapkan dalam penulisan laporan akhir ini adalah sebagai berikut :
1.            Memahami tentang perawatan mesin.
2.            Mengetahui dan memahami jenis-jenis perawatan mesin.
3.            Mengetahui manfaat apa saja dari perawatan mesin.

1.5              Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui penjelasan pada tiap-tiap bab secara garis besar maka sistematika dalam penulisan laporan ini tersusun dari beberapa bab, yaitu sebagai berikut :

BAB I          PENDAHULUAN
                     Pada bab ini menjelaskan mengenai latar belakang masalah, permasalahan, pembatasan masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan ini.
BAB II         PEMBAHASAN
                     Pada bab ini menjelaskan mengenai pengertian, jenis-jenis dan manfaat perawatan mesin.
BAB III       PENUTUP
Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dari penulisan perawatan mesin.




























BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Penjelasan Tentang Perawatan Mesin
            Menurut Lindley R. Higgis & R. Keith Mobley, Perwatan/pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya. Maintenance atau pemeliharaan juga dilakukan untuk menjaga agar peralatan tetap berada dalam kondisi yang dapat diterima oleh penggunannya. Pemeliharaan yang efektif akan mengarah pada hal-hal sebagai berikut :
a.       Kapasitas pekerjaan terpenuhi secara maksimal
b.      Kemampuan untuk menghasilkan hasil kerja dengan toleransi khusus atau level kualitas tertentu.
c.       Dapat meminimalkan biaya per unit kerja.
d.      Dapat mengurangi resiko kegagalan dalam memenuhi keinginan pelanggan yang berkaitan dengan kapasitas kerja dan kualitas hasil kerja.
e.       Dapat menjaga keselamatan pegawai, lingkungan kerja dan masyarakat sekitar dari bahaya yang mungkin muncul dengan adanya proses kerja.
f.        Dapat memastikan sekecil mungkin resiko yang dapat membahayakan lingkungan di sekitar bengkel kerja/pabrik.

Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. Dalam pemeliharaan terencana terdapat instrument pengendalian dan instrument pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari instrument manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif, pemeliharaan prediktif, dan pemeliharaan korektif.

Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa instrument yang dilakukan sebelumnya. Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi kondisi normal. Pekerjaan yang dilakukan dalam pemeliharaan preventif adalah mengecek, melihat, menyetel, mengkalibrasi, melumasi, dan pekerjaan lain yang bukan penggantian suku cadang berat.
Pemeliharaan preventif membantu agar peralatan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pabrik pembuatnya. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan berdasarkan pada hasil kinerja alat yang diperoleh dari pekerjaan pemeliharaan prediktif atau adanya anjuran dari pabrik pembuat alat tersebut. Apabila pemeliharaan preventif dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan informasi tentang kapan mesin atau alat akan diganti sebagian komponennya.
Pemeliharaan rutin dilakukan secara instrumen dengan selang waktu tertentu berdasarkan hitungan bulan, hari atau jam. Selang waktu hari atau bulanan dicatat seperti : instrumen 1 bulanan = 1 B, 3 bulanan = 3 B, 6 bulanan = 6 B atau instrumen waktu 120.000 jam, 5.000 jam, atau 1.000 jam. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan instrumen yang diletakkan di ruang penanggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data peralatan. Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai alat, sehingga dapat direncanakan untuk menggantinya pada saat yang ditentukan. Sebelum instrumen pemeliharaan terencana diterapkan, harus diketahui peralatan apa saja yang sudah ada dan berapa jumlahnya. Untuk itu, pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap untuk menjawab pertanyaan di atas.

2.2       Jenis-jenis Perawatan Mesin
            Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu istilah “perawatan” dan “perbaikan”. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan.
Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua cara:
1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance).
2. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance).
Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut:


Gambar 2.1 Pembagian Perawatan



Bentuk-bentuk Perawatan
1.      Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif). Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.
2.      Perawatan Korektif
Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima. Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik.
3.      Perawatan Berjalan
Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.
4.      Perawatan Prediktif
Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.
5.      Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)
Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerjanya.
6.      Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

Disamping jenis-jenis perawatan yang telah disebutkan diatas, terdapat juga beberapa jenis pekerjaan lain yang bisa dianggap merupakan jenis pekerjaan perawatan seperti:
a.       Perawatan dengan cara penggantian (Replacement instead of maintenance)
Perawatan dilakukan dengan cara mengganti peralatan tanpa dilakukan perawatan, karena harga peralatan pengganti lebih murah bila dibandingkan dengan biaya perawatannya. Atau alasan lainnya adalah apabila perkembangan teknologi sangat cepat, peralatan tidak dirancang untuk waktu yang lama, atau banyak komponen rusak tidak memungkinkan lagi diperbaiki.
b.      Penggantian yang direncanakan (Planned Replacement)
Dengan telah ditentukan waktu mengganti peralatan dengan peralatan yang baru, berarti industri tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan perawatan, kecuali untuk melakukan perawatan dasar yang ringan seperti pelumasan dan penyetelan. Ketika peralatan telah menurun kondisinya langsung diganti dengan yang baru. Cara penggantian ini mempunyai keuntungan antara lain, pabrik selalu memiliki peralatan yang baru dan siap pakai.

Istilah-istilah yang umum dalam perawatan:
a.       Availability : Perioda waktu dimana fasilitas/peralatan dalam keadaan siap untuk dipakai/dioperasikan.
b.      Downtime : Perioda waktu dimana fasilitas/peralatan dalam keadaan tidak dipakai/dioperasikan.
c.       Check : Menguji dan membandingkan terhadap standar yang ditunjuk.
d.      Facility Register Alat pencatat data fasilitas/peralatan, istilah lain bisa juga disebut inventarisasi peralatan/fasilitas.
e.       Maintenance management : Organisasi perawatan dalam suatu kebijakan yang sudah disetujui bersama.
f.        Maintenance Schedule : Suatu daftar menyeluruh yang berisi kegiatan perawatan dan kejadian-kejadian yang menyertainya.
g.      Maintenance planning : Suatu perencanaan yang menetapkan suatu pekerjaan serta metoda, peralatan, sumber daya manusia dan waktu yang diperlukan untuk dilakukan dimasa yang akan datang.
h.      Overhaul : Pemeriksaan dan perbaikan secara menyeluruh terhadap suatu fasilitas atau bagian dari fasilitas sehingga mencapai standar yang dapat diterima.
i.        Test : Membandingkan keadaan suatu alat/fasilitas terhadap standar yang dapat diterima.
j.        User : Pemakai peralatan/fasilitas.
k.      Owner : Pemilik peralatan/fasilitas.
l.        Vendor : Seseorang atau perusahaan yang menjual peralatan/perlengkapan, pabrik-pabrik dan bangunan-bangunan.
m.    Trip : Mati sendiri secara otomatis (istilah dalam listrik).
n.      Shut-in : Sengaja dimatikan secara manual (istilah dalam pengeboran minyak).
o.      Shut-down : Mendadak mati sendiri / sengaja dimatikan.

2.3       Manfaat Perawatan Mesin
            Dengan adanya pemeliharaan mesin memiliki banyak manfaat baik bagi mesin atau peralatan itu sendiri, perusahaan atau industri, serta para penggunanya. Berikut ini beberapa manfaat dari melakukan kegiatan perawatan mesin :
1.      Menjamin kesiapan alat operasional pada saat akan digunakan.
2.      Dengan melakukan pemeliharaan mesin secara berkala dapat memperpanjang kinerja atau usia dari mesin tersebut.
3.      Menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi serta mendapatkan keuntungan yang maksimum pula.
4.      Menjamin keselamatan pengguna, karena menggunakan peralatan dalam kondisi baik.

            Dengan manfaat tersebut banyak industri yang mulai menyadari betapa pentingnya pemeliharan mesin untuk dilakukan. Tidak hanya untuk kelancaran pada proses produksi dalam industri, akan tetapi biaya penggunaan alat pun tidak banyak. Perawatan mesin akan mengurangi biaya perbaikan atau penggantian alat yang baru.



BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
            Dalam penulisan ini kita dapat menarik beberapa poin kesimpulan, yaitu :
1.       Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakanMenurut Lindley R. Higgis & R. Keith Mobley, Perwatan/pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya.
2.      Berdasarkan bentuk perawatan di bagi menjadi beberapa :
a.       Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
b.      Perawatan Korektif
c.       Perawatan Berjalan
d.      Perawatan Prediktif
e.       Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)
f.        Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
3.      Perawatan mesin mempunyai beberapa manfaat, dengan manfaat tersebut banyak industri yang mulai menyadari betapa pentingnya pemeliharan mesin untuk dilakukan. Tidak hanya untuk kelancaran pada proses produksi dalam industri, akan tetapi biaya penggunaan alat pun tidak banyak. Perawatan mesin akan mengurangi biaya perbaikan atau penggantian alat yang baru.






















DAFTAR PUSTAKA


1.      Tarigan,Paulus , dkk. 2012 . Perawatan Mesin Secara Preventive Maintenance Dengan Modularity Design Pada PT.RXZ . Sumatera : Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara.
2.      www.tneutron.net


Selasa, 14 November 2017

MOTODE PENELITIAN KUANTITATIF

PENDAHULUAN
1.       Hakikat Ilmu Pengetahuan
Terdapat dua (2) sumber utama bagaimana seseorang memiliki ilmu pengetahuan, yaitu secara:
a.       Eksperiental Reality (ER)
Yaitu sumber pengetahuan yang kita dapatkan dengan cara mengaminya sendiri.
b.      Agreement Reality (AR)
Yaitu sumber pengetahuan yang didasarkan pada kesepakatan-kesepakatan antara diri kita pribadi dengan orang lain. Misalnya seperti informasi dari orang lain, tradisi, serta kebiasaan
             Berikut cara seseorang memperoleh pengetahuan yang ada yaitu:
a.       Secara tidak ilmiah
b.      Secara ilmiah
Perbedaan diantara keduanya yaitu cara yang tidak ilmiah adalah cara yang mudah dilakukan serta cepat didapat. Dengan cara tersebut pengetahuan didapat secara cepat dan mudah, namun cara tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu:
1.       Pengetahuan yang didapat cenderung tidak akurat dan bersifat terbatas.
2.       Pengetahuan yang didapat cenderung untuk digeneralisasikan ke tingkatan yang lebih umum, tanpa melalui sebuah proses yang dapat dipertanggungjawabkan
3.       Pengetahuan yang didapat dimungkinkan sebagai sebuah hasil rekayasa demi kepentingan mempertahankan “kebenaran” pengetahuan yang ada
4.       Pengetahuan  yang didapat sulit dibebaskan dari kepentingan subjektif
5.       Pengetahuan yang didapat masih memberikan ruang bagi nuansa mistik yang secara rasional dan logika sullit untuk dipertanggungjawabkan, dan akhirnya pengetahuan yang didapat secara tidak ilmiah ini cenderung untuk mengambil jalan pintas tanpa memerhatikan proses bagaimana munculnya pengetahuan tersebut.
Untuk mengatasi berbagai kelemahan yang muncul dengan cara yang tidak ilmiah,
dikembangkan sebuah cara yang  ilmiah lahir untuk mengatasi kelemahan yang ada pada cara yang tidak ilmiah. Perbedaan lainnya antara cara tidak ilmiah dan cara ilmiah adalah pada isi dari pengetahuan tersebut dan proses bagaiman kita memperoleh pengetahuan tersebut.
Jika pada cara yang tidak ilmiah lebih menekankan pada isi daripada proses, maka sebaliknya dengan cara ilmiah, cara ini justru menekankan pada proses bagaimana pengetahuan itu didapat daripada isi pengetahuan itu sendiri.
2.  Etika Penelitian
Berikut adalah beberapa aspek yang ada dalam etika penelitian:
1.       Scientific misconduct
Yaitu dalam etika ini, seorang peneliti tidak boleh melakukan penipuan dalam melakukan sebuah penelitian. Misalnya seperti melakukan research fraud yaitu pemalsuan data penelitian atau melakukan plagiarism yaitu mencontek hasil penelitian orang lain.
2.       Terkait dengan subjek penelitian
Etika penelitian juga mengatur mengenai perlindungan terhadap partisipan dan pertanggungjawaban peneliti terhadap subjek penelitian dalam bentuk informed consent.


3.       Dalam upaya mencapai informed consent
Etika penelitian juga mengatur tentang adanya anonimitas dan kerahasiaan. Agar subjek penelitian mau diteliti, peneliti dapat saja menjanjikan bahwa identitas subjek penelitian akan dirahasiakan.
4.       Etika penelitian juga mengatur hubungan antara peneliti dengan sponsor.
Tidak sedikit penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sponsor. Dalam etika penelitian diatur bahwa peneliti harus bebas dari kepentingan subjektif sponsor penelitian.
     
PENDEKATAN PENELITIAN KUANTITATIF
A.      Asumsi Dasar Pendekatan Kuantitatif
Terdapat dua pendekatan yang memengaruhi proses penelitian, mulai dari merumuskan permasalahan hingga mengambil kesimpulan. Neuman menambahkan satu pendekatan lagi, yakni pendekatan critical. Setiap pendekatan memiliki asumsi dasar yang berbeda. Asumsi dasar yang ada didalam pendekatan kuantitatif bertolak belakang dengan asumsi dasar yang dikembangkan di dalam pendekatan kualitatif. Asumsi dasar inilah yang memengaruhi pada perbedaan dari cara pandang peneliti terhadap sebuah fenomena dan juga proses penelitian secara keseluruhan.

Pendekatan kuantitatif dinamakan positivist, sedangkan pendekatan kualitatif dinamakan pendekatan interpretif. Selain pendekatan kuantitatif, kita juga menggunakan kuantitatif dalam kontek mode kuantitatif, dan data kuantitatif.

Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dilihat dari berbagai asumsi yang ada:

Asumsi Dasar
Kuantitatif
Kualitatif
Ontologi (hakikat dasar gejala sosial)
-Real
-Berpola
-Dibuat melalui definisi
-Hasil makna dan interpretasi
Hakikat dasar manusia
-Rasional
-Diatur oleh hukum universal
-Memberi makna
-Bebas
Epistomologi (hakikat dasar ilmu pengetahuan)
-kaitann ilmu dengan nilai
-kaitan ilmu dengan akal sehat
-Metodologi
-bebas nilai
-objektif
-ilmu adalah cara terbaik memperoleh pengetahuan
-deduktif
-nomotetik
-tidak bebas nilai
-subjektif
-akal sehat adalah teori orang awam yang perlu dipahami
-induktif
-idiografik
Aksiologi
Menemukan hukum universal, mencari penjelasan
Menemukan arti pemahaman



JENIS – JENIS PENELITIAN

A.      Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Manfaat penelitian
·         Penelitian murni
Penelitian ini merupakan penelitian yang manfaatnya dirasakan untuk waktu yang lama
·         Penelitian terapan
Penelitian yang manfaatnya dapat segera dirasakan oleh berbagai kalangan

B.      Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tujuan Penelitian
·         Penelitian Eksploratif
Penelitian ini dilakukan untuk menggali suatu gejala yang relatif masih baru
·         Penelitian Deskriptif
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebh detail mengenai suatu gejala atau fenomena.
·         Penelitian Eksplanatif
Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang mengapa suatu kejadian atau gejala terjadi

C.      Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Dimensi Waktu
·         Penelitian cross-sectional
Penelitian ini penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu
·         Penelitian Longitudinal
Penelitian jenis ini dilakukan antarwaktu.

D.      Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data
·         Penelitian Survei
Peneltian ini merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian.
·         Penelitian Eksperimen
Penelitian ini dapat dilakukan didalam alam terbuka dan juga diruang tertutup
·         Analisis Isi
Penelitian ini dilakukan bukan kepada orang, tetapi lebih kepada simbol, gambar, film, dan sebagainya
·         Penelitian Lapangan
Penelitian ini bisa dimulai dengan perumusan permasalahan yang tidak terlalu baku.
·         Analisis Wacana
Penelitian ini serupa dengan analisis wacana, hanya saja bukan frekuensi tampilan dari topik tertentu yang dipilih dalam material yang sudah ditentukan, tetapi lebih jauh mengaitkan topik tersebut pada setting atau kondisi yang muncul bersamaan atau melatarbelakangi topik tersebut.
·         Perbandingan Sejarah
Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data dan menjelaskan aspek-aspek kehidupan sosial yang terjadi di masa lalu


DAFTAR PUSTAKA

Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori Dan Aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada


Senin, 23 Januari 2017

TUGAS IPAL

Presentasi Tugas IPAL bentuk Power Point (ppt) dan Makalah (pdf)


https://drive.google.com/drive/folders/0B3VyX6SkAVrGZWV1SkNESzdSNHc


Fahmi Shidiq 22415380

2IC01

Rabu, 29 Juni 2016

Tutorial Excel

MENGENAL ELEMEN DASAR EXCEL
?    Icon control menu, digunakan untuk mengontrol jendela yang sedang aktif.
?    Baris judul (title bar), berisi nama program aplikasi dan nama file yang sedang aktif.
?    Baris menu (menu bar), berisi barisan perintah berupa menu, seperti menu file, edit, view, insert, format, tools, data windows, dan help.
?    Tombol ukuran (sizing button)
?    Baris toolbar (toolsbar), berisi tombol yang digunakan untuk menjalankan suatu perintah dengan cepat dan mudah, terutama untuk perintah-perintah yang sering anda gunakan.
?    Bari penggulung (scroll bar), untuk menggeser layar kekiri atau kekanan gunakan baris penggulung mendatar, sedangkan untuk menggeser layar keatas kebawah gunakan garis penggulung tegak.
?    Baris rumus (formula bar), akan menampilkan informasi mengenai isi sel yang sedang aktif dilembar kerja.
?    Office assistant, ditampilkan dalam bentuk animasi.
?    Minimize, untuk menyembunyikan jendela aplikasi pada desktop.
?    Maximize, untuk memperbesar ukuran jendela aplikasi keukuran sebelumnya.
?    Close, untuk menutup jendela aplikasi dan keluar dari program.
?    Status bar, terdapat pada bagian bawah jendela, yang menampilkan pesan dari program.
?    Toolbar drawing, untuk mempercantik lembar kerja yang berupa tombol-tombol yang dapat digunakan agar lembar kerja terlihat bagus dan rapi.
?    Penunjuk sel, memperlihatkan sel yang aktif.
PENGENALAN WORKSHEET
Worksheet adalah jendela lembar kerja yang aktif saat ini yang merupakan piranti untuk menganalisa data yang anda masukkan. Kalian dapat mengatur data dalam kolom dan baris yang tersedia, dimana setiap worksheet Microsoft excel dibagi menjadi 256 kolom (terdiri dari A, B, C, dan seterusnya).
Sel adalah perpotongan antara kolom dengan baris. Misalnya sel B2 artinya sel terletak pada kolom B dan baris ke-2.
Range adalah kumpulan beberapa sel. Misalnya B2:B5 artinya kumpulan dari sel B2 sampai dengan sel B5.
FASILITAS FILL
Fasilitas ini adalah untuk pengisian sel-sel secara cepat dengan bantuan satu sel yang sudah berisi data. Biasa digunakan untuk pengisian nomor urut atau penyalinan data.
NOMOR URUT
1.    ketik nomor awal disatu sel.
2.    klik menu edit, fill, series.
3.    series in : columns
type : linier
step value : 1
stop value : 10
4.    klik OK.
DATA DI DALAM MICROSOFT EXCEL
Pada dasarnya sel worksheet dapat berisi dua jenis data, yaitu :
a.    string, adalah apabila data yang didalamnya terdapat alfabet dan numeric. Biasanya data ini apabila dimasukkan akan terlihat rata kiri pada selnya.
b.    Value, adalah apabila data yang didalamnya hanya terdapat numeric saja. Biasanya data ini apabila dimasukkan akan terlihat rata kanan pada selnya.
GRIDLINES
Gridlines adalah garis-garis halus yang terdapat pada lembar kerja, yang berfungsi untuk membantu dalam membuat table. Tetapi apabila tidak membutuhkannya, garis tersebut dapat dihilangkan dengan cara berikut ini :
1.    klik menu tools, kemudian klik options.
2.    klik tab view, lalu klik gridlines.
3.    klik OK.
MENGENAL KOTAK DIALOG EXCEL
?    Tombol close, digunakan untuk menutup kotak dialog.
?    Tombol help, digunakan untuk menampilkan keterangan dari setiap elemen kotak dialog yang anda pilih.
?    Kotak daftar pilihan, berisi beberapa pilihan perintah dalam bentuk daftar.
?    Tombol perintah, digunakan untuk mengakses, melaksanakan atau membatalkan operasi.
?    Tombol daftar pilihan, berfungsi untuk menampilkan daftar pilihan perintah.
?    Kotak cek, untuk memilih alternatif perintah yang telah disediakan pada kotak dialog.
?    Tombol pemilihan range, digunakan untuk memilih range pada lembar kerja.
MENGGUNAKAN TOOLBAR
1.    Pilih dan kilk menu toolbar, view.
2.    Pilih dan klik baris toolbar yang ingin anda tampilkan.
MENGGUNAKAN FASILITAS MICROSOFT EXCEL HELP
1.    pilih dan klik menu help, Microsoft excel atau klik tombol toolbar Microsoft excel help. Kotak percakapan office assistant akan ditampilkan.
2.    pada kotak isian yang telah disediakan, ketik topik permasalahan yang ingin anda ketahui. Kemudian klik tombol search.
MENGUBAH TAMPILAN OFFICE ASSISTANT
1.    pilih dan klik menu help, Microsoft excel help atau klik tombol toolbar Microsoft excel help. Kotak percakapan office assistant akan ditampilkan.
2.    pilih dan klik tombol options.
3.    klik tab gallery.
4.    klik next / back.
5.    dan klik OK.
MENGGUNAKAN RUMUS
Contoh
?    pada sel d2 ketikkan jam kerja sebesar 15 jam.
?    Pada sel d3 ketikkan upah perjam sebesar 3500
?    Pada sel d4 hitung total upah dibayarnya dengan cara =d2*d3, kemudian klik enter.
MENGGUNAKAN FUNGSI
Contoh
?    =SUM(60, 23, 75), artinya hitung jumlah angka 60, 23, dan 75.
?    =SUM(C3, E16, C15), artinya hitung jumlah isi sel C3, E16, dan C15.
?    =SUM(C15:C30), artinya hitungjumlah data yang ada dalam range C15:C30.
?    =SUM(A35/22,B5*99,AC4), artinya hitung jumlah isi sel A35 DIBAGI 22, B5 dikali  99 dan AC4.
MEMASUKKAN FUNGSI DENGAN MENGGUNAKAN PASTE FUNCTION
1.    tempatkan penunjuk sel pada posisi yang anda inginkan.
2.    pilih dan klik menu insert, function. Kotak dialog akan ditampilkan.
3.    pada kotak daftar pilihan function category, pilih dan klik math & trig. Daftar fungsi matematika akan ditampilkan pada kotak daftar pilihan function name.
4.    kemudian pilih dan klik fungsi SUM.
5.    klik OK.
6.    pada kotak isian number 1, tentukan range data yang akan dijumlahkan.
7.    klik OK.
MENJUMLAHKAN SELURUH DATA PADA KOLOM ATAU BARIS TERTENTU
1.    tempatkan penunjuk sel pada posisi yang anda inginkan, sebagai tempat untuk menempatkan hasil perhitungan.
2.    ketikkan fungsi yang diinginkan kemudian enter.
MERATAKAN TAMPILAN DATA
1.    sorotlah sel yang akan anda rubah perataan tampilan datanya.
2.    pilih dan klik menu format, cells.
3.    klik aligment.
4.    kemudian pilihlah sesuai keinginan.
5.    klik OK.
MENAMBAHKAN GARIS PEMBATAS DAN BINGKAI
1.    sorotlah sel yang akan diberi garis pembatas.
2.    klik format, cells.
3.    klik border.
4.    kemudian pilih bingkai yang diinginkan.
5.    klik OK.
MENEMPATKAN CATATAN ATAU KOMENTAR
1.    pilih sel yang akan catatan.
2.    klik insert, comment.
3.    kemudian ketikkan catatan yang anda inginkan.
MEMINDAHKAN DATA
1.    sorotlah sel yang datanya akan anda pindahkan.
2.    klik menu edit, cut.
3.    pindahkan penunjuk sel keposisi yang anda inginkan.
4.    klik menu edit, paste.
MEMBUAT GRAFIK
1.    sorotlah sel yang akan anda buat grafiknya.
2.    klik menu insert, chart.
3.    kemudian pilih grafik yang anda inginkan.
4.    klik tab pada range.
5    kemudian tentukan range yang anda inginkan.
6.    setelah semuanya selesai klik finish.
MENEMPATKAN GRAFIK PADA LEMBAR YANG TERPISAH
1.    sorotlah sel yang akan anda buat grafiknya.
2.    tekan tombol F11.
MENYIMPAN FILE / WORKBOOK
?    klik file
?    klik save
?    lalu ketikkan nama file yang anda inginkan
?    klik OK
MEMBUKA FILE / WORKBOOK
?    klik file, open
?    dan pilihlah dimana anda menyimpan file tersebut
?    klik open
TRIP & TRIK
1.    Microsoft excel 2000 mempunyai fasilitas membuat backup file secara otomatis.
2.    memilih tombol toolbar pada kotak dialog save as, memiliki general options.
3.    Microsoft excel 2000 mempunyai fasilitas penyimpanan dengan password, dimana file yang disimpan tidak dapat dibuka apabila tidak mengetahui passwordnya. Fasilitas tersebut dapat dilihat pada kotak dialog save option dengan memilih tombol tools pada kotak dialog save as, dan memilih general option.
FORMAT CELLS
1.    klik menu format
2.    pilih cells
•    number : tab ini digunakan untuk mengatur format pada data numeric.
•    Aligment : tab ini digunakan untuk mengatur format pada data karakter / numeric tentang text aligment, text control, orientation text.
•    Font : untuk mengatur format pada karakter / numeric tentang font, font style, font size, font color,font effect, dan undeline.
•    Pattern : untuk mengatur shading dan pola wara pada cells.
•    Protection : untuk mengatur pilihan keamanan pada worsheet.
FORMAT NUMBER
1.    blok sel yang diinginkan.
2.    klik menu format.
3.    pilih cells, pada kotak dialog format cells, klik tab number.
4.    pada kotak category, pilih kategori yang diinginkan.
5.    apabila ingin memilih category currency atau accounting, pada tombol daftar pilihan symbol, pilih lambing yang diinginkan.
Catatan :
•    decimal place, digunakan untuk menentukan jumlah angka desimal.
•    Negative number, digunakan untuk menampilkan angka yang negatif.
•    Use 1000 separator (,), digunakan menentukan apakah diperlukan tampilan tanda pemisah ribuan atau tidak, ini dapat dilakukan untuk data dengan kategori number.
FORMAT ALIGMENT
1.    blok sel yang diinginkan.
2.    klik menu format, cells.
3.    klik tab alignment.
4.    pada kotak dialog tersebut dapat dilakukan :
•    text alignment, digunakan untuk memilih perataan tampilan posisi data secara horizontal atau vertical dalam sel.
•    Orientation, untuk mengatur arah tampilan data dalam sel.
•    Text control, digunakan untuk mengontrol text secara wrap text shrink to fit atau merge cells.
FORMAT FONT
1.    blok sel yang diinginkan.
2.    klik menu format, cells.
3.    pada kotak dialog format cells, klik tab font.
4.    pada kotak dialog tersebut yang dilakukan :
•    font : untuk mengubah bentuk font.
•    Font style : untuk mengatur gaya tampilan huruf, sesuai dengan bentuk huruf yang dipilih ( reguler, italic, bold, bold italic ).
•    Size : untuk mengatur ukuran huruf.
•    Color : untuk mengatur warna huruf.
•    Underline : untuk membuat garis bawah pada data tertentu.
•    Effects : untuk mengatur efek pada huruf.
5.    klik OK.
FORMAT BORDER
1.    Blok sel yang diinginkan
2.    klik menu format, cells
3.    klik tab border
4.    pada kotak dialog tersebut yang dilakukan adalah :
•    pada bagian preset :
?    none : untuk menghapus seluruh garis pembatas pad bingkai yang ada.
?    Outline : untuk membuat bingkai disekeliling sel.
?    Inside : untuk membuat garis pembatas dibagian dalam range.
•    Pada bagian border, untuk memilih garis pembatas pada bagian mana yang diinginkan.
•    Pada bagian style, untuk memilih jenis garis yang diinginkan.
•    Pada bagian color, untuk memilih warna garis yang diinginkan.
•    Klik OK.
FORMAT PATTERN
1.    Blok sel yang diinginkan
2.    klik menu format, cells
3.    klik tab pattern
4.    pada kotak dialog yang dapat dilakukan :
•    cells shading, untuk mengatur latar belakang
5.    klik OK.
MENYISIPKAN BARIS
1.    Blok baris yang dimaksud
2.    klik menu insert, row
MENYISIPKAN KOLOM
1.    blok baris yang dimaksud
2.    klik menu insert, column
MENYISIPKAN SEL
1.    blok baris yang dimaksud
2.    klik menu insert, cell
3.    klik pilihan shift cell right atau shift cell down
MENGGANTI NAMA SHEET
1.    Klik sheet yang akan dirubah namanya
2.    klik format, pilih sheet
3.    klik rename
4.    ketikkan nama baru
MENYEMBUNYIKAN SHEET
1.    Klik sheet yang akan disembunyikan
2.    klik format, pilih sheet
3.    klik hide
MENIMBULKAN SHEET
1.    Klik format, pilih sheet
2.    klik unhide
3.    pilih sheet yang akan diaktifkan
MEMINDAHKAN / MENYALIN SHEET
1.    Klik sheet yang akan dipindahkan / dicopy.
2.    posisi penunjuk mouse tetap berada pada posisi sheet yang dipilih, kemudian drag keposisi baru yang diinginkan.
3.    posisi penunjuk mouse tetap berada pada sheet yang dipilih, kemudian sambil menekan tombol ctrl, drag keposisi baru yang diinginkan.
MENGHAPUS BARIS, KOLOM, DAN SEL
1.    Klik sel, baris / kolom yang ingin dihapus
2.    klik menu edit, pilih delete
3.    pada kotak pilihan delete :
•    shift cells left : untuk menghapus seluruh isi sel, dan menggantinya dengan data pada baris yang sama yang ada disebelah kanannya
•    shift cells up : unuk menghapus seluruh isi sel, dan menggantinya dengan data pada kolom yang sama yang ada disebelah bawahnya
•    entire row : untuk menghapus seluruh baris pada sel
•    entire column : untuk menghapus seluruh kolom pada sel
4.    klik OK
FORMAT ROW
Untuk dapat mengatur baris didalam MS excel 2000, dapat dilakukan dengan mudah. Halini dapat dilakukan dengan cara drag-drop mouse pada garis baris. Ada 3 hal yang dapat dilakukan dengan baris, yaitu :
•    row height / tinggi baris, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur tinggi atau rendahnya suatu baris. Caranya sebagai berikut :
1.    klik baris yang dimaksud
2.    klik menu format, row
3.    pilih height, ketikkan tinggi yang diinginkan
4.    klik OK
•    hiderow, dapat digunakan untuk mengaktifkan kembali barisyang disembunyikan. Caranya sebagai berikut :
1.    klik baris yang dimaksud
2.    klik menu format, row
3.    klik hide
•    unhide row, dapat digunakan untuk mengaktifkan kembali baris yang disembunyikan. Caranya sebagai berikut :
1.    klik baris yang dimaksud
2.    klik menu format, row
3.    klik unhide
•    autofit, dapat digunakan untuk mengembalikan tinggi baris yang standar. Tinggi baris yang standar, yaitu 12.75 pt. Caranya sebagai berikut :
1.    klik baris yang dimaksud
2.    klik menu format, row
3.    klik autofit
MENCETAK LEMBAR KERJA PADA PRINTER
1.    Jika ingin mencetak sebagian lembar kerja, maka perlu dilakukan penentuan range lembar kerja yang akan dicetak. Klik menu file, pilih print area, kemudian set print area.
2.    klik menu file, pilih print.
3.    setelah semua selesai klik OK.

Sumber : https://fixguy.wordpress.com/tutorial-excel/